Gamereactor Close White
Log in member






Lupa password?
Saya bukan member, tapi saya ingin bergabung

Atau log in menggunakan akun Facebook
Gamereactor Indonesia
review
V-Rally 4

V-Rally 4

Sebuah game klasik yang dibangkitkan kembali, tetapi yang bangkit sepertinya hanya nama saja.

Facebook
TwitterReddit

V-Rally edisi pertama, sebuah game yang sudah berusia 20 tahun, dikembangkan oleh sekelompok veteran berbakat yang pada waktu itu membentuk inti dari Infogrames Multimedia. Game tersebut adalah sebuah game klasik yang eksklusif di PlayStation, dengan grafis yang hebat (untuk masanya) dan fokus yang luar biasa untuk porsi split screen multiplayer. Tetapi fitur perhitungan fisikanya sangat tidak berguna. Dalam V-Rally, tidak seperti dalam Collin McRae Rally pada konsol yang sama, kamu hanya perlu menyentuh beberapa rumput dengan salah satu rodamu untuk bisa membuatnya berguling-guling dan berakhir di atap, dan simulasi friksinya sangat jelek. Tetapi tetap saja, kami memainkan V-Rally hampir setiap hari selama lebih dari setahun dan kami menyukainya.

Sekarang, seri game tersebut kembali lagi dalam bentuk sebuah reboot. Ia dikembangkan oleh tim yang mengembangkan WRC 7 dan Kylotonn (KT Racing) dan menggunakan teknologi grafik yang dimiliki olehnya, yaitu KT engine, yang menurut studio itu sendiri, dibuat khusus untuk ini. Tetapi kita harus memperhatikan bahwa V-Rally 4 adalah sebuah pengalaman balapan yang sangat berbeda dibandingkan dengan WRC 7.

V-Rally 4V-Rally 4
Game ini menggunakan engine yang sama dengan WRC 7, tetapi banyak bloom telah ditambahkan untuk mendapatkan efek tampilan arcade.

KT Racing jelas-jelas mencoba untuk meniru Dirt 4 dari Codemasters daripada mengadaptasi tampilan dan feel dari game klasik Infogrames tersebut. Bahkan V-Rally 4 tidak ada hubungannya sama sekali dengan V-Rally, selain namanya itu sendiri. Game ini terlihat lebih seperti Dirt Light. Versi sangat ringan. KT telah menggunakan cara penyajian yang sama, tipe suara infomersial yang terlalu sering diulang-ulang memberi tahu bagian-bagian dari gamenya dan juga sama dalam hal perpaduan dari berbagai jenis balapan yang berbeda.

Rally, rallycross, dan baja racing (buggys) ditawarkan di sini, dan seperti dalam game-game yang dikembangkan oleh Codemasters, para gamer menjalani berbagai jenis balapan yang berbeda, untuk menciptakan suasana kacau dan olahraga ekstrem. Permasalahannya adalah bahwa tidak ada satupun jenis balapannya yang menarik, yang pada akhirnya memperlihatkan bahwa V-Rally 4 terasa dangkal, tidak original, dan secara keseluruhan terasa payah. Pusat dari pengalaman di game ini adalah mode V-Rally dengan gaya career mode, di mana semuanya berawal dari balapan uji coba, di mana kamu bisa membuktikan kemampuanmu. Setelah itu tiga buah mobil entry-level ditawarkan untuk dua jenis balapan. Kamu bisa kapan saja kembali ke garasi untuk meningkatkan performa mobilmu, dan walaupun dalam hal ini tidak bisa bersaing dengan raksasa di genre ini seperti Forza Motorsport dan Gran Turismo, ini masih menjadi sebuah fitur yang cukup bagus dalam game ini.

Dalam WRC 7, KT Games berhasil menciptakan keseimbangan antara beragam aspek fisikanya. Dengan disimulasikannya suhu dari bagian dalam dan luar dari ban, berarti bahwa mereka bisa menawarkan sebuah sensasi berkendara yang realistis dan lebih mudah dibaca tanpa membuatnya menjadi terlalu mudah. Hal ini sama sekali hilang dalam V-Rally 4. Sepertinya tujuan mereka adalah mencoba membuat game yang lebih mudah dimainkan, cepat, dan seperti game arcade, tetapi hal yang terjadi adalah mereka telah benar-benar merusak suasana berkendara seperti yang ada di WRC 7 dengan ide-ide konyol mereka.

V-Rally 4
Level Gymkhana benar-benar mengerikan, tidak ada cara yang lebih halus untuk mengatakannya.

Pertama-tama, keseimbangan antara torsi dan tenaga puncaknya terasa aneh. Terutama pada mobil-mobil rallycross yang memiliki tenaga di luar batas kewajaran di mana mereka bergerak dari keadaan diam sampai kecepatan 150 Km/jam dalam waktu kurang dari satu detik. Mereka terlihat lebih seperti bola meriam atau rudal Scud setiap kali kendaraannya dipacu. Walaupun kami mengetahui bahwa mobil S1 dari juara dunia rallycross, Mattias Ekström bisa berakselerasi lebih cepat daripada mobil-mobil F1 (ya, memang benar) misalnya, ini masih terasa sangat aneh dibandingkan dengan yang ada dalam game ini. Mobil-mobil dalam V-Rally 4 berakselerasi tidak seperti yang kita temui dalam game rally manapun dan terasa lebih seperti Rocket League daripada sesuatu yang mendekati kenyataan.

Mobil-mobilnya sangat sulit dikendalikan dan sulit ditebak dalam kecepatan tinggi. Dalam mencoba mendapatkan kembali kendali atas kendaraan pada waktu roda-roda hilang kendali dengan menggunakan pedal gas hampir mustahil untuk dilakukan. Di rallycross dan WRC, mobil-mobilnya memiliki kendali all-wheel drive dengan tipe mid-differential. Mereka dapat dikontrol dengan mudah. Kamu hanya perlu bermain-main dengan pedal akselerasi untuk meluruskan mobil, karena keempat roda seluruhnya bergerak. Dalam V-Rally 4, hal ini tidak berlaku sama sekali. Dan yang lebih buruk lagi adalah perlombaan buggy yang terasa lembek, membosankan, dan dangkal.

Dari sudut pandang audiovisual, V-Rally 4 cukup bagus walaupun tidak hebat. Grafisnya cukup lumayan berkat model-model mobil yang stylish dan pencahayaan yang sedikit kreatif (tetapi di sini ada terlalu banyak bloom) sementara suaranya cukup bagus berkat suara mesin yang solid dan suara-suara dari knalpot. Akan tetapi, Dirt 4 lebih baik dalam segala hal yang juga dimiliki oleh V-Rally 4, semuanya. Pada akhirnya, terasa tidak mungkin untuk merekomendasikan game ini kepada siapapun ketika di luar sana ada game seperti Dirt Rally dan WRC 7 yang dijual di toko-toko. Kami belum pernah benar-benar memberikan pujian untuk Dirt 4, yang terasa seperti sebuah game yang dirilis secara terburu-buru walaupun merupakan sebuah game dari kelompok pengembang yang luar biasa, tetapi jika dibandingkan dengan game ini, game dari Codemasters tersebut terasa seperti sebuah mahakarya...

V-Rally 4V-Rally 4V-Rally 4
V-Rally 4V-Rally 4
04 Gamereactor Indonesia
4 / 10
+
Model-model mobilnya terlihat bagus, suara mesin yang kuat.
-
Unsur fisika untuk mobilnya terasa aneh, keseimbangan antara tourqe dan peak-effect yang payah, waktu loading yang lama, penuh bug.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara