Indonesia
Gamereactor
review
Oddworld: Soulstorm

Oddworld: Soulstorm

Abe telah kembali, dalam sebuah remake visual dan sinematik dari Abe's Exoddus tahun 1998.

Meskipun sifatnya yang keras dan ganas, dunia Oddworld sebuah sensasi hangat dan penuh nostalgia kepada banyak orang. Seri ini telah beredar hampir selama 25 tahun, menciptakan salah satu karakter yang paling berkesan di gaming, Abe. Petualangannya di Oddworld: New'n'Tasty (remake dari Oddworld: Abe's Odyssee) membawa Mudokon bermata lebar dan penuh kasih itu kembali hidup dengan grafis yang modern. Hari ini, di 2021, kita mendapatkan sekuel dari New'n'Tasty dan remake dari Oddworld: Exoddus, yaitu Oddworld: Soulstorm. Setelah menghabiskan akhir pekan menjelajahi kelanjutan dari petualangan Abe di PlayStation 5, kesan akhirnya tidak begitu manis.

Oddworld: Soulstorm melanjutkan apa yang terjadi di New'n'Tasty, di mana Abe dan para Mudokon bebas dari Rupture Farms mencoba kabur dari para Glukkon sekali lagi. Setelah sesaat menemukan kedamaian di dalam tambang, jauh dari mata yang mengincar, para Mudokon ditemukan dan harus berlari sekali lagi. Dengan perjalanan melalui medan berbahaya di depan mereka, Abe harus kembali memimpin kaumnya dan Mudokon lain yang ia temui ke tempat aman. Namun, dengan para Glukkon dan mesin-mesin mengerikan mereka yang mengejar, perjalanan ini akan memakan korban.

Sebelum kita menyelami gameplay, perlu disebut bahwa alur cerita dari Soulstorm memikat dari menit awal hingga akhir. Seperti game Oddworld lainnya, Oddworld Inhabitants telah melakukan tugas yang baik untuk memastikan ceritanya terus menarik di setiap liku.

Dibangun sebagai sebuah platformer, Oddworld: Soulstorm tidak hanya menghadirkan tantangan lingkungan menantang yang perlu dilewati, atau lebih kepada mereka jauhi, tetapi ia juga menyajikan banyak teka-teki untuk dipecahkan. Apakah itu mengolah obat untuk beberapa Mudokon atau mencari jalan untuk melalui Slig yang bersenjata berat (musuh berupa aneh yang akan menembak Abe di tempat), gameplay-nya mengharuskan kamu untuk menggunakan kekuatan Abe dan item jarahan demi kepentinganmu.

Pada umumnya, game ini akan meminta Abe untuk berlari, melompat, merunduk, dan menyelinap melalui bahaya. Kurang lebih sama seperti platformer lainnya, tapi terasa agak kaku di sebagian besar permainan. Kamu juga memiliki kekuatan untuk digunakan, yang memungkinkan Abe mengirimkan semacam bola arwah untuk menyisir area-area, memukul gong untuk membuka pintu, atau bahkan merasuki Slig, sehingga kamu bisa menembak Slig lain tanpa mengotori tanganmu.

Item sendiri, di sisi lain, menawarkan sejumlah metode untuk memanfaatkan lingkungan. Sebagai contoh, bisa sesederhana melemparkan sebuah botol air ke titik api untuk memadamkannya sehingga Abe bisa menyeberang. Atau, kamu bisa menggunakan racikan Soulstorm di dekat api unggun untuk menciptakan bola api yang akan membakar semua makhluk hidup yang kurang beruntung berada di radiusnya. Terdapat banyak pilihan untuk melanjutkan petualangan di dunia yang kejam ini, dan meskipun kamu tidak pernah diharuskan untuk membunuh (kamu bisa menyelesaikan seluruh game tanpa mengambil atau kehilangan nyawa jika kamu benar-benar hebat), metode-metodenya selalu tersedia.

Oddworld: SoulstormOddworld: Soulstorm

Kini kita pun sampai pada tingkat kesulitan dari Oddworld: Soulstorm. Game ini bukanlah sebuah game yang brutal yang didesain untuk meningkatkan tekanan darahmu, tetapi mekanikanya yang kurang akurat dan dunia yang sangat berbahaya membuatmu bisa mati berkali-kali. Dan mengingat setiap kali mati kamu akan kembali ke sebuah checkpoint yang berarti kamu harus menyelesaikan sebagian levelnya lagi, tidak sulit untuk merasa frustrasi.

Untuk menjaga gameplay tetap menarik, selain mencapai akhir dari sebuah level, terdapat sejumlah barang koleksi yang bisa dicari dan objektif sampingan untuk dilengkapi. Mulai dari menyelamatkan para Mudokon hingga menemukan Royal Jelly, menjarah peti-peti dan melihat melalui teropong, masing-masing level berisi target-target yang mendorong eksplorasi dan permainan ulang. Beberapa tantangan ini, seperti menemukan Royal Jelly, bahkan dapat meningkatkan nyawa Abe, jadi kamu patut menyediakan waktu untuk bertualang lebih jauh, meskipun terkadang ini terasa seperti tugas melelahkan.

Oddworld: Soulstorm

Untuk sebagian besarnya, hingga titik ini, sulit untuk menunjuk satu area yang Oddworld: Soulstorm benar-benar menonjol. Platforming-nya agak sulit untuk disukai, lalu item dan kekuatannya - meskipun menarik - biasanya kalah dengan mekanika berlari atau mengendap-endap. Tapi satu area yang harus diakui menonjol adalah visualnya - terutama dalam hal sinematik. Gamenya sendiri, sebagian besarnya, terlihat cukup bagus. Ketika kamu berada di luar, lingkungannya menarik dan cukup indah, tetapi tidak begitu ketika di gua dan tambang. Tetapi, sinematiknya membuat kami bertanya-tanya kenapa ada gameplay di tengah-tengahnya. Game ini dipasarkan sebagai sebuah "lompatan visual dan sinematik besar" untuk franchise ini dan pada poin ini ia memang memenuhi janjinya.

Lalu ada pula integrasi DualSense. Di PS5, Soulstorm menggunakan adaptive trigger dan haptic feedback untuk meningkatkan rasa perjuangan ketika Abe berada dalam bahaya, dan ia menggunakan speaker milik controller untuk bersenandung ketika Abe sedang membaca mantra. Fitur-fitur ini, bersama dengan sinematik menawan dan narasi yang memikat, membuat Oddworld: Soulstorm sebuah pengalaman narasisentris yang hebat, yang membuat permainannya yang melelahkan sangat disayangkan.

Dengan kematian yang konstan, kontrol tidak akurat, dan objektif sampingan yang membosankan, sulit untuk ingin kembali dan memainkan lagi bagian-bagian tertentu dari game ini. Para penggemar Oddworld yang ingin bernostalgia tentu saja akan menemukan kesenangan di sini, tetapi bagi para pendatang baru, akan sulit untuk merasa betah. Tentu saja, ada aspek-aspek yang bagus, hebat bahkan, tetap setelah kesuksesan dari New'n'Tasty, sulit untuk melihat Oddworld: Soulstorm sebagai sebuah peningkatan dari seri ini.

Oddworld: SoulstormOddworld: Soulstorm
06 Gamereactor Indonesia
6 / 10
+
Sinematiknya terlihat hebat. Integrasi DualSense terasa menakjubkan. Narasi menjadi sorotan utama.
-
Kontrol tidak akurat. Eksplorasi membosankan. Kualitas dari sinematiknya membuatmu membayangkan kenapa ada gameplay di tengah-tengahnya.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Oddworld: SoulstormScore

Oddworld: Soulstorm

REVIEW. Ditulis oleh Ben Lyons

Abe telah kembali, dalam sebuah remake visual dan sinematik dari Abe's Exoddus tahun 1998.



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.