Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor
artikel
Alba: A Wildlife Adventure

Jalan-jalan di alam liar bersama ustwo games, pengembang Alba: A Wildlife Adventure

Kami berbincang dengan tim pengembang di balik salah satu game indie paling menenangkan tahun ini.

HQ
HQ

Diluncurkan akhir minggu lalu bersama karya besar CD Projekt Red, Alba: A Wildlife Adventure mengaku sebagai "game nyantai habis-habisan" yang memungkinkanmu menelusuri pulau Mediterania nan indah sambil membantu para warga kota. Game ini adalah potret liburan masa kecil yang menyenangkan dan saya merasa inilah salah satu game paling menenangkan yang saya mainkan dalam tahun ini. Baru-baru ini, saya berkesempatan berbincang dengan Lead Designer Emily Brown dan Studio Art Director David Fernández Huerta untuk mendengar lebih lanjut tentang game ini dan beragam inspirasi yang mendasarinya.

Gamereactor: Untuk yang belum tahu, apa sih Alba: A Wildlife Adventure?

David:: Alba: A Wildlife Adventure adalah game dunia terbuka berskala kecil. Isinya tentang bersenang-senang di pulau musim panas Mediterania. Tiba-tiba terjadi masalah dan kamu harus menyelamatkan semuanya. Anggaplah semacam game yang ramah lingkungan, ramah keluarga, penuh aktivisme anak-anak. Jadi ya, kamu keliling pulau, memotret hewan, membantu orang-orang, memperbaiki apa yang rusak, dan mengembalikan kehidupan ke tempat yang sedang bermasalah ini.

Emily: Saya merasa game ini mengizinkanmu melakukan semuanya dengan tempo masing-masing sehingga kamu bisa menikmati tempat ini, tapi ada juga kesan mengumpulkan banyak orang untuk melakukan sesuatu yang positif.

Gamereactor: Game ini baru saja rilis di PC dan Apple Arcade. Kenapa secara khusus memilih kedua platform ini?

David: Kami asalnya pengembang game ponsel. Semua game kami sebelumnya untuk platform ponsel. Awalnya ketika kami membuat purwarupa ide baru, kami merasa ponsel adalah ranah yang kami kenal jelas untuk performa maksimal. Tapi jelas dari awal bahwa game ini berpotensi lebih dari sekadar game ponsel dan bisa masuk ke platform selain ponsel. Kami sudah pernah mengerjakan game PC, yaitu ketika merilis Assemble with Care, tapi ini pertama kalinya kami melakukan rilis di konsol. Sangat menyenangkan bagi kami.

Gamereactor: game ini dideskripsikan sebagai "game nyantai habis-habisan" di Steam. Apa maksudnya?

David: Jadi gambar konsep pertama yang saya buat di proyek ini adalah dari sudut pandang atas, semacam poster untuk game ini. Isi gambarnya pantai sepi di musim dingin dengan beberapa burung dan karakter yang berpakaian seperti Alba. Ada judul dan subjudul di gambar ini, dan subjudulnya adalah "game nyantai habis-habisan dari ustwo". Saya suka konsep mengumpulkan barang di game. Saya rasa ini dorongan yang cukup manusiawi ketika bermain game. Kamu bisa mengumpulkan banyak hal dan saya jenis orang yang akan memeriksa tiap batu untuk mencari satu barang yang kurang dari koleksi saya. Dan saya senang konsep bahwa kegiatan utamamu ya mengoleksi barang ini, tapi kamu tidak diburu-buru. Kamu tidak melakukannya untuk mendapatkan poin, sekadar karena dunianya menyenangkan dan kamu secara alami membangun koleksimu.

Gamereactor: Dilihat dari segi gameplay, fitur memotret dan mencatat beragam hewan ada kemiripan dengan Pokemon Snap. Apa memang terinspirasi dari sana?

David: Awalnya sih, tidak. Tapi setelah beberapa minggu membuat purwarupa, kami mengatakan, "Sepertinya kita memang perlu main Pokemon Snap untuk melihat bagaimana mereka melakukannya," tapi baik Kirsty atau saya belum pernah memainkannya. Menarik untuk dilihat, memang, tapi untuk kami bagian terpentingnya adalah kebebasan dan jalan-jalannya. Game ini didasarkan pada pengalaman kami di alam. Di dunia nyata, saya memotret hewan liar sebagai hobi, jadi memang ini pengalaman nyata yang ingin saya bagikan dengan pemain. Pokemon Snap adalah game bagus yang disukai banyak orang, tapi inspirasinya tidak langsung dari sana.

Gamereactor: Game ini berlatar pulau Mediterania yang indah. Apa inspirasi dunia nyatanya?

David: Nah, Kirsty dan saya, yang menbuat purwarupa game ini, punya pengalaman masa kecil yang sama. Saya besar di Spanyol, di Valencia yang terletak di tepian Mediterania, dan Kirsty dari Skotlandia tapi besar di Ibiza yang juga terletak di Spanyol, tepian Mediterania. Jadi kami punya banyak kenangan pemandangan yang sama, suasana yang sama, bentuk bangunan, orang-orang, dan kegiatan yang bisa kamu lakukan di tempat seperti itu. Jadi seperti ini secara alami karena kami menemukan dunia yang jarang dipakai di game. Ada sedikit bagian Ibiza, sedikit Valencia, dan kota-kota sekitarnya.

Alba: A Wildlife AdventureAlba: A Wildlife Adventure

Gamereactor: Bagaimana dengan Alba, si tokoh utama? Apakah dia didasarkan pada seseorang secara spesifik?

Emily:: Buat saya, dia mewakilkan rasa ingin tahu anak muda.

David: Saya menginginkan karakter yang ikonik secara visual, yang punya siluet unik. Kepala besar, badan kecil, topi merah, kepang dua... mudah sekali digambar. Saya ingin dia sedikit berbeda dari orang-orang lain yang bisa kamu temukan di game. Kan, dia bukan penduduk setempat, jadi dia terlihat sedikit berbeda dari orang lain. Kamu tahu, ini adalah cerita tentang membuat tempat untuk dirimu sendiri dan kamu perlu sedikit merasa jadi orang luar. Jadi dia setengah Inggris setengah Spanyol, dan mungkin dari sisi ini dia sedikit terinspirasi dari pengalaman putra saya yang 100% Spanyol tapi besar di sini, di London. Saya merasa ini sesuatu yang agak menyedihkan tapi juga memberimu kekuatan, dan saya rasa ini ide karakter yang sangat bagus.

Gamereactor: Bisa cerita sedikit tentang beberapa karakter yang bisa kita temui di pulau ini?

Emily: Saya rasa kami punya sejumlah besar karakter yang berwarna. Kepribadian mereka bermacam-macam. Saya rasa yang paling saya suka adalah mereka benar-benar berbeda satu sama lain. Mereka semua memandang sesuatu dengan cara berbeda dan punya selera humor berbeda pula. Tentu saja, selalu ada Inés, sang teman baik. Dia ceria, bersemangat, dan selalu penuh ide.

David: Yang jadi favorit di tim adalah Melina, wanita yang biasa membawa anjingnya berjalan-jalan (tertawa). Saya rasa awalnya kami merasa tempatnya agak kosong sehingga mendekati akhir game kami mulai menambahkan lebih banyak karakter di latar belakang. Kami bisa saja membuat mereka secara acak, tapi kami akhirnya menambahkan kepribadian kuat kepada mereka dan ini benar-benar membuat dunianya terasa hidup. Rasanya sulit memilih yang paling disukai karena mereka semua punya sesuatu yang berbeda. Mereka bukan cuma "sekadar karakter".

Alba: A Wildlife Adventure sudah dirilis di Apple Arcade dan PC

Alba: A Wildlife AdventureAlba: A Wildlife Adventure
Alba: A Wildlife Adventure

Teks terkait



Loading next content