Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor
artikel
Immortals: Fenyx Rising

Immortals: Fenyx Rising - Sebuah wawancara dengan para pencipta dunia dewa-dewi dan makhluk gaib

Kami menyimak obrolan pengembang Immortals: Fenyx Rising sebelum berbicara empat mata dengan Narrative Director Jeffrey Yohalem.

HQ
HQ

Judul terbaru Ubisoft, Immortals: Fenyx Rising dirilis publik beberapa hari yang lalu. Meskipun kamu mungkin belum jauh menjelajahi Golden Isle, kami telah mendapat kesempatan menikmati apa yang ditawarkan game RPG ini cukup dalam untuk bisa menulis ulasan. Menutup rilis AAA terakhir bagi Ubisoft di tahun 2020, kami juga mendapat kesempatan menghadiri acara kumpul-kumpul yang dihadiri oleh tim pengembang Ubisoft Quebec sekaligus mengobrol empat mata dengan Narrative Director/Lead Writer Jeffrey Yohalem. Kami menanyakan banyak hal tentang karya terakhir mereka ini.

Kami menyimak Game Director Scott Phillips menceritakan bagaimana Immortals: Fenyx Rising muncul dan apa yang mendorong Ubisoft Quebec menjelajahi dunia yang ringan dan penuh mitos ini. "Kami bertujuan membuat dunia terbuka yang epik berdasarkan epos mitologi Yunani." Kamu mungkin merasa tim ini telah berhasil melakukannya dalam Assassin's Creed Odyssey, namun Phillips berpikir sebaliknya. "Kamu mungkin merasa bahwa kamu sudah menceritakan semua yang mau kamu ceritakan, tapi kalau tentang Assassin's Creed, sebenarnya fokusnya ada di kejadiannya, jadi kebanyakan mitologinya tidak tersentuh."

Immortals: Fenyx Rising

Ketika memulai pengembangan, identitas game inii masih tidak jelas. Setidaknya, ini yang terjadi sampai Narrative Director/Lead Writer Jeffrey Yohalem memberikan naskah awal yang diingat Phillips sebagai berikut; "Jeffrey memberikan saya referensi ke Guardians of the Galaxy dan mengatakan bahwa ini kira-kira seperti Guardians of the Galaxy versi Yunani Kuno."

Mengenai Guardians of the Galaxy sebagai inspirasi, Yohalem menyatakan, "Ada kesempatan membuat sesuatu yang betul-betul gelap, dengan atmosfer berat, dan serius dari mitologi Yunani. Tapi rasanya saking kayanya bahan dasarnya justru jadi ada kesempatan untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari cerita Yunani biasanya. Mungkin bisa dibilang inilah rencananya begitu saya memutuskan demikian. Rasanya ini jelas sekali untuk saya bahwa ada kesempatan membawa bahan yang bersifat komedi dan benar-benar fokus mengarahkannya ke sana, membawa lawakan dalam video game."

Dengan ditetapkannya gaya naratif ini, Immortals bisa dikembangkan lebih jauh dan terus membangun identitas unik di ranah yang jarang terjamah ini. Thierry Dansereua, Art Director untuk Immortals, menjelaskan bagaimana mereka bisa mencapai hal ini. "Kami ingin memastikan bahwa hasilnya akan jauh berbeda dari game Assassin's Creed. Kami mau membuat sesuatu yang berbeda untuk katalog Ubisoft. Pikir kami, kenapa tidak sekalian jadi kejutan? Kenapa tidak tampil beda?"

Dia melanjutkan, "Dunianya didesain seperti taman bermain, jadi setiap area dibuat benar-benar berbeda satu sama lain," dan mengenai gaya gambarnya, dia hanya menyebutkan, "kami ingin memberi sentuhan gaya untuk memuaskan pemain lama dan baru."

Immortals: Fenyx RisingImmortals: Fenyx Rising

Memuaskan pemain lama dan baru berarti harus ada variasi cara pendekatan baru seperti perkenalan narasi. Dalam Immortal: Fenyx Rising, Zeus dan Prometheus adalah cara utama cerita dibawakan. Mereka berperan hampir seperti suara tambahan di kepala Fenyx, mengikutinya ke manapun dia pergi dan mengomentari bahkan hal terkecil sekalipun. Ketika kami menanyakan pada Yohalem kenapa dia memilih membuatnya seperti ini, dia menjawab:

"Pertama adalah tradisi oral mitologi. Kamu tahu bahwa cerita-cerita ini biasanya dikisahkan turun temurun dari mulut ke mulut sebelum akhirnya dituangkan ke atas kertas. Kemudian juga sifat drama dan komedi dari interaksi Zeus dan Prometheus. Ada kesan menarik bahwa mereka semacam pasangan aneh atau teman sekaligus musuh. Kemudian, karena mereka juga menarasikan setiap tindakan yang dilakukan pemain, pemain jadi seperti mempunyai narator interaktif yang mengikuti mereka ke manapun dan menertawakan setiap hal yang mereka lakukan. Dinamika seperti ini menghilangkan banyak kecanggungan dalam video game seperti biasanya kamu melihat protagonis berbicara dengan diri sendiri."

Immortals: Fenyx Rising

Tapi narasi bukan satu-satunya aspek yang sungguh-sungguh dikerjakan dalam Immortals. Pertarungan gila-gilaan, puzzle yang rumit, musik dan cutscene epik terjalin menjadi satu untuk membawakan pengalaman yang luar biasa. Mengomentari hal ini, Phillips mengatakan, "Kami benar-benar bisa mengusahakan pertarungan mitos yang dilebih-lebihkan ini," sebelum Michelle Plourde, Cinematic Team Lead, meneruskan, "Mendapatkan titik keseimbangan yang tepat benar-benar sulit bagi kami. Tantangannya adalah bagaimana memastikan kami tidak terlalu jauh melawak agar ceritanya masih terasa epik dari sudut pandang pemain."

Mengenai soundtrack, sangat penting bagi komposer Gareth Coker untuk memastikan bahwa musik bisa menghubungkan setiap aspek game ini. Coker memamerkan lute yang dibuat khusus untuk meniru instrumen serupa versi Yunani Kuno. "Ini dibuat dari batok kura-kura dan talinya dari jeroan sapi. Kami membuatnya dengan cara yang sama seperti 2000 tahun yang lalu."

Immortals: Fenyx RisingImmortals: Fenyx Rising

Kembali ke narasi, Yohalem juga menyebutkan pentingnya memastikan bahwa Immortals menyampaikan ceritanya dengan segala cara, bahkan dalam penjelajahan biasa dan selama mengerjakan puzzle. "Sangat penting bagi saya bahwa narasi terhubung dengan segala tindakan yang kamu lakukan dalam game. Jaidi begini, narasi tidak seharusnya jadi hal terpisah yang kamu rasakan selagi bermain cerita game. Saya merasa aspek puzzle menawarkan secuplik pemikiran Daedalus sang Penemu."

Kamu bisa melihat bahwa pendekatan untuk game ini sepertinya sangat berbeda dengan yang biasa dilakukan Ubisoft Quebec. Yohalem nampak sangat bersemangat dengan proyek ini dan bagaimana dia diizinkan menjelajahi gaya narasi dan penulisan baru. Untuk menutup kumpul-kumpul dan wawancara ini, saya menanyakan Yohalem satu pertanyaan terakhir tentang masa depan game ini dan apakah kita bisa mengharapkan gaya narasi serupa di fitur petualangan postgame yang telah diumumkan untuk Immortals: Fenyx Rising. Jawabannya singkat dan padat, "Oh, tentu saja."

HQ
Immortals: Fenyx Rising
Immortals: Fenyx Rising

Teks terkait

0
Immortals: Fenyx RisingScore

Immortals: Fenyx Rising

REVIEW. Ditulis oleh Jakob Hansen

Kami telah terbang melesat di angkasa di Immortals: Feny Rising, tapi bisakah kami sampai di surga gaming, atau gamenya berakhir jatuh terbakar seperti si malang Icarus?



Loading next content