Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
preview
Godhood

Godhood - Impresi Early Access

Kami menghabiskan sedikit waktu bersama game strategi simulasi berbasis dewa dari Abbey Games ini.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Di suatu titik di hidup kita, mungkin kita pernah membayangkan bagaimana rasanya menjadi Tuhan atau dewa. Lagipula itulah sifat dasar manusia, menginginkan kekuatan dan pengaruh. Tapi pertanyaannya, dewa seperti apakah kita akan menjadi? Kuat dan taat hukum, seperti Tyr the Lawgiver dari mitologi Norse, atau mungkin sesuatu yang lebih destruktif dan kacau, seperti Ares sang dewa perang Yunani Kuno. Sejujurnya, kita tidak tahu jawaban tersebut karena kita hanyalah manusia biasa, tetapi bukan berarti kita tidak bisa mensimulasikannya ke dalam game.

Game terbaru dari Abbey Games, developer dari Reus, memberikan pemain tugas untuk menciptakan dan memandu agama mereka sendiri. Godhood, nama game itu, adalah sebuah simulasi turn-based di mana kamu adalah seorang dewa baru yang ingin menarik hati umat manusia. Dengan memilih keyakinanmu dan menunjukkan umatmu jalan menuju kejayaan, kamu harus memulai dari bawah hingga tak ada yang bisa melawan kekuatanmu sebagai dewa terkuat.

Ketika memulai, pemain memiliki sederet pilihan kustomisasi untuk membuat dewa mereka sendiri. Kami sendiri memutuskan untuk menganut kegelapan, memanggil Lovecraftian dalam diri kami dan membuat dewa terinspirasi dari Cthulhu, Penguasa Kegelapan. Dengan pilihan yang luas, tak sulit sama sekali untuk membuat dewa berbentuk gurita dengan warna hijau gelap, dengan sayap hitam yang mengancam di belakangnya. Setelah itu, kami menamai dewa, umat, dan agama kami sebelum memilih 'virtue' kami.

Godhood

Proses ini, tak seperti pembuatan dewa, memiliki pengaruh langsung akan bagaimana gamenya dimainkan. Pada menu seleksi virtue, pemain dapat memilih satu di antara enam (secara total, ada dua yang dikunci di awal) yang menentukan bagaimana agama dan umatmu beroperasi. Pada permainan kami, kami memutuskan untuk mengikuti tradisi kegelapan, memilih War sebagai virtue utama kami, meningkatkan kemampuan pengikut kami untuk beradu fisik. Jika jalan kegelapan kami bukan gayamu, ada pula pilihan untuk Peace, membuat pengikutmu lebih bagus dalam serangan tertentu, atau kamu bisa mengombinasikan berbagai gaya. Godhood sendiri menawarkan banyak slot save di waktu yang sama sehingga kamu bisa mencoba-coba tanpa takut.

Setelah proses kreasi yang panjang selesai, ada satu lagi keputusan yang harus dibuat, yaitu durasi game. Godhood saat ini memberikan tiga pilihan. Pemain bisa memilih durasi permainan pendek (100 giliran), normal (200 giliran), atau panjang (400 giliran), tergantung seberapa lama kamu ingin menghabiskan waktu dengan agama tertentu. Perlu diketahui bahwa bukan berarti permainanmu berisi hanya 100 giliran, tetapi tiga kali lipatnya, karena terdapat tiga musim di dunia Godhood.

Setelah kami membuat yang harus dibuat, kami harus mulai mengembangkan agama kami dengan mendapatkan pengikut baru dan meningkatkan level yang sudah ada. Di sinilah game ini tak begitu bervariasi dan mulai terasa monoton. Setiap giliran terdapat tiga pengikut yang bisa melakukan tiga tugas pilihanmu, dengan lebih banyak pengikut tersedia seiring agamamu berkembang, tetapi tugasnya terbatas hanya sekitar enam saja. Hal ini dapat membawa pengikut baru atau menghasilkan beberapa fanatik atau sesembahan untuk meningkatkan kualitas bangunan di markasmu.

Godhood

Pada setiap giliran, selain memiliki pengikut yang melakukan tugas-tugas, kamu bisa berperang melawan suku atau ajaran lain dalam Sacrament. Untuk melakukannya, masuk ke world map mencari tempat yang bisa kamu serang, tergantung dengan tempat yang sudah kamu kuasai dan jelajahi. Pertarungan di Godhood, meski tidak bisa dijalankan langsung, adalah kekuatan dari game ini. Kamu memilih pengikut yang ingin kamu kirimkan ke medan perang berdasarkan stats dan kelas mereka, mirip dengan ketika kamu memilih Pokémon, tergantung dari tipe musuhmu. Sebagai contoh, jika seorang musuh adalah dari kelas Ancestral (mereka bisa menjadi lebih kuat ketika terkena damage), mereka akan lebih tahan terhadap kelas Life tetapi cenderung kalah melawan tipe Divine. Maka dari itu, agar kamu sukses, sebaiknya kamu mengirim kelas Divine untuk melawannya.

Pemilihan tipe belum tentu menentukan hasilnya, karena kamu juga harus mempertimbangkan level sang pengikut - yang bisa dinaikkan melalui pengalaman bertarung dalam Sacrament - plus kelas lain yang turut serta dan potensi critical attack yang bisa memberikan damage ekstra. Hal ini, ditambahkan fakta bahwa kamu tak bisa mengontrol siapa yang menyerang siapa, itu artinya pertarungan banyak dipengaruhi oleh RNG, artinya kamu bisa memenangkan pertarungan yang di atas kertas kalah dan sebaliknya. Untuk menurunkan efek acak ini, kamu bisa mengkustomisasi kemampuan dari pengikutmu. Namun, masih ada faktor pasukanmu menyerang orang yang tidak kamu inginkan, yang dapat membuat frustrasi.

Godhood

Selain menaikkan level para pengikut, kamu juga akan naik level sebagai dewa dengan menaikkan jumlah umat. Bahkan, ini adalah jalan menuju kemenangan. Ketika kamu telah mencapai dewa level 10, kamu "memenangkan permainan". Setiap level dewa akan membuka kemampuan dan bangunan baru untuk lebih jauh memperkuat dirimu, meski banyak kenaikan level hanya meningkatkan nyawa pasukan sebanyak lima poin dan itu terasa kurang dalam sebuah titik penting di dalam game.

Gaya visual dan soundtrack dari Godhood terasa unik, menekankan pada nuansa tribal dari game ini. Segala yang ada di sini hadir melalui sebuah gaya lukis tangan dengan musik yang santai di satu bagian dan bertempo tinggi di bagian pertarungan. Bersama, ia memberikan sebuah pengalaman yang menyenangkan dan menenangkan. Keseluruhan Godhood bisa dimainkan menggunakan tombol mouse kiri sebagai satu-satunya input (terdapat pula hotkey), menghadirkan sebuah game dengan rasa klasik dan tenang yang kental.

Sebagai penutup, kami ingin mengatakan bahwa Godhood masih dalam versi Early Access. Itu artinya berbagai hal yang kami sebutkan di atas bisa saja berubah. Meski game ini kadang terasa kosong di beberapa bagian, secara umum ia sudah memiliki dasar yang bagus untuk dikembangkan lebih jauh oleh Abbey Games.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Teks terkait



Loading next content