Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
artikel

Game Terbaik Pilihan Gamereactor: E3 2018

Dari superhero, undead, hingga masa depan dystopian, E3 2018 punya semuanya.

Mungkin kamu merasa bahwa hanya ada dua konferensi pers pra E3 2018 yang benar-benar berhasil, sedangkan yang lain hanya medioker bahkan ada satu atau dua yang benar-benar payah. Mungkin Sony sedikit memanjakan kita di kesempatan lalu, tapi tentu kamu tak bisa mengumumkan Shenmu dan Final Fantasy VII: Remake setiap tahun (kedua game ini diumumkan tahun 2015 dan tak dipamerkan di acara tahun ini, serta jauh dari kata selesai).

Cukup membahas konferensi, karena berikut ini adalah beberapa game yang telah kami coba sendiri. E3 2018 bisa dibilang sukses dalam menyajikan game-game menarik, jadi inilah game terbaik yang dapat dimainkan atau disajikan dalam bentuk gameplay (melalui video atau live demo) di expo dan acara sekitarnya.

Game Terbaik Pilihan Gamereactor di E3 2018

Cyberpunk 2077 (CD Projekt Red)

Game ini mungkin hanya disajikan melalui video atau ruangan khusus, tapi demo 50 menit dari Cyberpunk 2077 yang dimainkan oleh CD Projekt Red membuat para penonton terkesiap. Game ini menawarkan pertarungan intens (ini bukan shooter ya), konten dewasa, dan penyelesaian brutal. Mungkin yang paling mengesankan adalah kotanya yang reaktif, hidup, vertikal, dan futuristik, berisi banyak hal untuk digali. Waktu rilisnya kemungkinan masih lama (CD Projekt Red tidak berkomentar mengenai jangka waktunya di acara tersebut) tapi dari apa yang kami lihat, game ini tampak akan menghadirkan sesuatu yang spesial, kapanpun ia dirilis. Tentunya bukan suatu hal yang mengejutkan dari kreator seri The Witcher ini.

Game Terbaik Pilihan Gamereactor: E3 2018

Terbaik Lainnya:

Spider-Man (Insomniac Games/Sony)

Adaptasi Insomniac terhadap manusia laba-laba ini cukup memukau di pertunjukan-pertunjukan sebelumnya tapi kami baru merasa yakin setelah kami mencobanya sendiri tempo hari. Visual yang indah, mekanik yang mulus, dan hadirnya banyak villain membuatnya menonjol dibandingkan lainnya game medioker Spidey lainnya. Maka dari itu, game Spider-Man satu ini akan menjadi game eksklusif PS4 yang patut ditunggu-tunggu September ini.

Game Terbaik Pilihan Gamereactor: E3 2018

Super Smash Bros. Ultimate (Bandai Namco/Nintendo)

Nintendo yang fokus hanya pada satu game mungkin membuat mereka yang menunggu-nunggu Metroid Prime 4, Bayonetta 3, atau bahkan Mario 2D baru kecewa. Namun, tak dapat dipungkiri edisi terbaru dari game fighting populer ini memiliki fan service yang baik, walaupun sobat kami Waluigi tak masuk. "Mainnya seperti Smash" adalah kesimpulan dari mereka yang memainkannya, yang mungkin terdengar biasa saja, tapi itu bukti bahwa kualitasnya tetap terjaga. Itulah yang membuatnya masuk ke dalam daftar kami.

Game Terbaik Pilihan Gamereactor: E3 2018

Sekiro: Shadows Die Twice (From Software/Activision)

Setelah tiga game seri Souls dan Bloodborne, action-RPG super susah berikutnya dari From Software akan disutradarai oleh Hidetaka Miyazaki. Game ini akan berlatar di era Sengoku dan memiliki tempo lebih cepat dari biasanya, di mana kamu harus menghindar untuk mencari celah untuk menyerang. Ada pula grappling hook yang mengubah caramu bertualang. Demo dari game ini membuat kami tak dapat berkata-kata, dan itu jarang terjadi.

Game Terbaik Pilihan Gamereactor: E3 2018

Resident Evil 2 (Capcom)

Pada E3 ini, Capcom seakan bernostalgia kembali dengan game-game mereka di masa lalu. Ada Mega Man 11, Devil May Cry 5, dan remake dari game terbaik di seri Resident Evil yaitu Resident Evil 2. Remake dari game horor ini seakan menjadi sebuah garis batas antara memasukkan elemen modern dan tetap berpegang teguh pada formula awal. Dari yang kami sempat mainkan, kami pikir Capcom telah melakukan tugas yang baik dalam menangkap atmosfer dan situasi dari game aslinya.

Game Terbaik Pilihan Gamereactor: E3 2018

Mutant Year Zero: Road to Eden (The Bearded Ladies/Funcom)

Trailer sinematis yang cukup panjang dari Mutant Year Zero: Road to Eden berhasil menarik hati kami di awal tahun ini. Setelah kami mencobanya beberapa saat lalu, game stealth taktis yang terinspirasi dari RPG klasik asal Swedia ini patut untuk dinantikan. Berlatar dunia post-apocalyptic, kamu akan mengontrol trio mutan yang terdiri dari seekor bebek, babi hutan, dan manusia (yang dapat mengubah kulitnya menjadi batu). Penekanan pada cerita menyatu dengan apik bersama gameplay real-time stealth dan pertarungan turn-based. Para penggemar Xcom pasti akan menikmatinya.

Game Terbaik Pilihan Gamereactor: E3 2018

Metro Exodus (4A Games/Deep Silver)

Ngomong-ngomong soal kiamat (apocalypse), seri Metro kreasi 4A Games ini tampak menakjubkan di sini. Game ini menawarkan semi-open world yang berbeda dengan seri sebelumnya yang lebih linear. Di sini kamu memiliki kereta api sebagai markas untuk bertualang dan bertarung melewati wasteland yang tampak mengesankan dan berisi banyak bahaya mengintai. Walaupun kamu harus menunggu hingga Februari, tapi Metro Exodus terlihat akan menjadi game survival shooter yang menarik. Tak seperti game Metro yang pernah kami lihat sebelumnya, tapi tentu akan menyegarkan untuk dicoba.

Game Terbaik Pilihan Gamereactor: E3 2018

Beyond Good & Evil 2 (Ubisoft)

Terungkapnya Jade sebagai antagonis di seri prekuel Beyond Good & Evil 2 mungkin merupakan sorotan terbesar di konferensi Ubisoft. Walaupun trailer-nya tampak menawan, demo di ruangan terbataslah yang membuat kami tertarik. Ubisoft Montpellier masih memiliki banyak tugas untuk menyelesaikan game ambisius ini, tapi kami suka dengan skala dan nuansa petualangan yang ditunjukkan. Kami pun berharap studio ini dapat memberikan pengalaman menarik dan unik bagi para fans yang telah menunggu lama seri ini kembali. Sebuah progres yang perlahan, tapi tampaknya setimpal.

Game Terbaik Pilihan Gamereactor: E3 2018

Dying Light 2 (Techland)

Developer asal Polandia, Techland, membawa video game ke level berikutnya dengan Dying Light 2. Kami suka dengan fitur-fitur baru yang dimasukkan ke dalam bagian open world game ini, tapi narasi yang berdasarkan keputusan pemain dan pengaruhnya terhadap kotalah kekuatannya berada. Hal ini memang ada di RPG dan mungkin game adventure lain, tapi kami tak pernah melihatnya di genre dan skala sebesar ini. Banyak zombi di E3 tahun ini, tapi the infected di Dying Light 2 bisa jadi merupakan favorit kami, terutama karena seri sebelumnya sangat menyenangkan jika dimainkan bersama teman.

Game Terbaik Pilihan Gamereactor: E3 2018

GTFO (10 Chambers Collective)

Senang rasanya melihat game developer veteran mengambil jalur indie untuk membuat sesuatu yang benar-benar ingin mereka mainkan sendiri. Pada kasus ini, para personel kunci di balik PayDay membangun sendiri tim mereka untuk membuat sebuah survival horor co-op yang hardcore. Di GTFO tak ada kata ampun dan setiap butir peluru benar-benar penting. Atmosfer game, pentingnya kerja sama tim, tekanan ketika kamu berusaha menghindari deteksi, dan bencana yang terjadi ketika musuh berhamburan sangat berkesan bagi kami. Sampai-sampai kami terbangun dari tidur ketika teringat kengerian yang terjadi.

Game Terbaik Pilihan Gamereactor: E3 2018

Kami telah mencoba sebagian besar game yang ada di daftar ini dan game lainnya, di mana tim GR bekerja tanpa lelah di LA untuk membagikan kabar terbaru dari game yang ada di sini. Kunjungi situs mini E3 kami untuk berita, trailer, interview, dan impresi lainnya!



Loading next content