Indonesia
Gamereactor
review
Deathloop

Deathloop

Game singleplayer terbaru dari Arkane akan menjadi salah satu game terbaik di tahun 2021.

HQ

Beberapa minggu lalu, kami telah mengungkapkan impresi pertama kami untuk game terbaru dari Arkane, Deathloop. Menjelang peluncurannya kami telah mencoba shooter first-person mengagumkan ini, kesempatan emas yang berhasil menghilangkan segala keraguan kami akan alur ceritanya yang membingungkan, yang justru membuat kami penasaran untuk mendalami narasi dan mencari tahu akhir dari kisah ini. Tidak lama lagi pemain akan dapat memainkan Deathloop yang sangat memuaskan, sebagai game terbaik dari Arkane sejauh ini.

HQ

Dalam preview sebelumnya, kami cukup buram mengenai alur cerita, namun dengan apa yang ditawarkan sekarang kami dapat membahasnya lebih dalam. Deathloop membawa kita bermain sebagai Colt, seorang pria yang terbangun di pantai, tidak menyadari siapa dirinya dan asalnya, tidak lama hingga akhirnya menyadari bahwa Colt merupakan musuh nomor satu di pulau aneh ini yang disebut dengan Blackreef. Alasan dari semua ini ternyata adalah Colt yang mencoba membunuh delapan target penting, dikenal sebagai Visionaries yang berada di sepanjang Blackreef.

Semuanya berawal dari insiden aneh, di mana Blackreef terkurung dalam putaran waktu, dan kedelapan orang ini menjadi kunci dari kejadian ini.Colt merupakan salah satu dari dua orang yang dapat mengingat kejadian tiap putaran waktu, satu orang lagi merupakan rival dari Colt, seorang pembunuh bayaran dan pelindung para Visionary bernama Julianna, membuat mereka berdua terkurung dalam kutukan tanpa akhir. Colt ingin mengakhiri ini, dan berusaha keras untuk menghentikan putaran waktu hingga ke dasarnya, mengharuskan dirinya melakukan pekerjaan kotor, membunuh banyak orang bahkan mati berkali-kali, untuk mencari tahu lebih dalam akan hal ini. Hingga nantinya mampu mengeliminasi semua target dalam satu hari atau satu putaran waktu sebelum semuanya terulang kembali.

Untuk membuat narasi seperti ini bekerja dengan baik, Arkane menciptakan sistem empat level' Karl's Bay, Fristad Rock, The Complex, dan Updaam, yang semuanya dapat dikunjungi baik di pagi hari, siang, sore, ataupun malam. Yang berarti akan ada 16 level untuk dieksplor , masing-masing memiliki potongan informasi dan peralatan berbeda sesuai waktu dikunjungi. Namun pemain tidak dapat mengatur jalannya waktu. Bisa saja mengunjungi Updaam di pagi hari, Karl's Bay di siang hari, lalu menuju Updaam di sorenya dan seterusnya, namun tidak bisa memutar waktu kembali, semua akan terulang mengikuti putaran waktu yang terjadi setelah malam atau jika mati.

DeathloopDeathloop

Dengan sistem pengulangan seperti ini, mungkin progres dalam Deathloop akan menjadi sebuah kekhawatiran. Namun Arkane mampu memecahkan permasalahan itu dengan kemampuan untuk membawa informasi yang telah didapat dari putaran sebelumnya, memungkinkan kita untuk mengetahui kode brankas yang telah kita dapatkan dan menggunakannya di putaran selanjutnya. Namun berbeda dengan senjata dan peralatan yang ditemukan sepanjang Blackreef. Untuk dapat menggunakannya dalam putaran berikutnya, pemain diharuskan untuk menyimpan barang tersebut menggunakan sistem infusi yang bertenagakan esens prismatik disebut Residium.

Residium dapat ditemui di sepanjang Blackreef, bahkan di dalam barang acak atau di dalam mayat dari Visionaries, yang bisa didapatkan dengan interaksi. Sebagai barang yang sangat penting, sebaiknya dikumpulkan sebanyak mungkin, di akhir hari atau antar level, Residium dapat digunakan untuk melakukan infusi peralatan untuk digunakan secara permanen. Yang berarti tiap alat yang telah diinfusi dapat digunakan kapanpun tanpa adanya biaya sama sekali. Bisa juga ditinggalkan untuk menggunakan barang lain, dan digunakan lagi saat persiapan keluar berikutnya.

Sistem ini memberikan Deathloop sebuah gaya progres yang sangat memuaskan. Tidak peduli jika kamu menjelajah Blackreef untuk mencari tahu tentang Visionaries atau untuk mencari peralatan, infusi membuatmu selalu selangkah lebih maju meski dengan putaran waktu yang terjadi.

Secara kebetulan, sistem infusi ini juga menjadi alasan utama mengapa kurva dari tingkat kesulitan di Deathloop berbeda dari game lainnya. Selama alur cerita, bagian awal akan lebih menantang dengan keterbatasan alat dan kemampuan untuk melawan banyaknya musuh, sehingga bermain secara diam-diam menjadi pilihan yang lebih baik. Menjelang ke level akhir, dengan berkembangnya kemampuan, gaya bermain penuh aksi menjadi pilihan yang lebih menarik, karena hanya Julianna yang akan menjadi halangan.

Deathloop

Untuk pertarungan, seperti yang bisa diharapkan dari game Arkane, Deathloop memberikan pengalaman FPS yang sangat memuaskan. Sangat terasa seperti Arkane, dari segi kontrol dan mekanika yang memberikan banyak opsi untuk menjalankan skenario. Dari banyaknya tipe senjata, hingga Slabs yang merupakan kemampuan untuk melakukan lompatan menghilang, menjadi tidak terlihat, menghubungkan musuh untuk merasakan serangan dan banyak lainnya.

Ditambah dengan desain level yang memberi sesuatu yang baru untuk dieksplor dari keempat level, membuat game ini sangat mudah untuk dimainkan berulang-ulang. Bahkan setelah cerita utama selesai, pemain akan masih tertarik untuk kembali ke Blackreef untuk menjelajahi hal-hal yang sebelumnya belum ditemui. Belum lagi dengan mode di mana kita dapat bermain sebagai Julianna.

DeathloopDeathloop

Mode ini menempatkan kita di posisi musuh bebuyutan Colt, menugaskan kita untuk mengganggu permainan orang lain maupun teman, dengan tujuan membunuh Colt. Tantangannya adalah, kemampuan Reprise dari Colt (yang memberikannya tiga nyawa di tiap level) tidak berlaku untuk Julianna. Meskipun begitu, Julianna memiliki kemampuan uniknya untuk menyamar sebagai musuh lain, memungkinkannya untuk menyelinap dan membunuh Colt. Untuk progres di mode ini, Arkane telah menyediakan tantangan untuk diselesaikan yang memberikan peralatan baru untuk Colt dan Julianna, meski tidak semenarik mode utama untuk dimainkan.

Mode singleplayer memang menjadi hidangan utama premium dari Deathloop, dengan adanya mode multiplayer sebagai pemanis.

Deathloop

Perlu diingat bahwa yang menjadi dorongan utama dalam Deathloop adalah permainan linear. Dengan kemampuan memanipulasi agar Visionaries berada di posisi yang kita inginkan untuk menghentikan putaran waktu memang membuat sistem terasa mengalir, namun meski begitu tetap hanya ada satu solusi. Cara membunuh Visionaries bisa beragam, namun untuk membuat mereka berada di lokasi dan waktu yang tepat cukup linear.

Dengan begitu, Deathloop tidak diragukan lagi sebagai salah satu game terbaik di tahun 2021. Penuh keseruan, dengan kualitas tinggi dan penuh ambisi dengan narasi yang dipikirkan dengan baik. Colt dan Julianna akan menjadi dua karakter yang diingat dari Arkane dengan hubungan penuh kejenakaan antar keduanya membuatmu ingin menyaksikan lebih. Ditambah dengan integrasi kontroler DualSense dan fitur spesifik PS5 yang menambahkan kedalaman dari permainan, akan sulit untuk tidak menyukai game ini.

HQ
DeathloopDeathloopDeathloop
09 Gamereactor Indonesia
9 / 10
+
Alur cerita yang memikat. Gameplay yang mengalir dan mengikat. Desain level yang berkualitas tinggi. Integrasi Dual Sense dan PS5 yang memberikan kedalaman lebih.
-
Cerita yang tidak terlalu panjang dan cukup linear. Mode Julianna tidak begitu memukau.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

DeathloopScore

Deathloop

REVIEW. Ditulis oleh Ben Lyons

Game singleplayer terbaru dari Arkane akan menjadi salah satu game terbaik di tahun 2021.

Deathloop - Preview Terakhir

Deathloop - Preview Terakhir

PREVIEW. Ditulis oleh Ben Lyons

Kami berkesempatan untuk mencoba beberapa jam pertama dari game milik Arkane Studios ini untuk mendalami cerita peliknya.



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.