Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
preview
Darksiders III

Darksiders III - Impresi Gamescom

Darksiders kembali dengan seorang horse(wo)man of Apocalypse baru di Gamescom.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
Darksiders IIIDarksiders III

Terakhir kali sebuah iterasi dari franchise Darksiders muncul adalah pada tahun "kiamat menurut kalender Maya", yaitu 2012. Sesuatu yang cocok. Kiamat dunia memang tidak terjadi, begitu juga bagi Darksiders. Ia kembali dengan Darksiders III, di mana kami menyempatkan diri untuk bermain sebagai wanita penunggang kuda di Gamescom. Inilah impresi kami sejauh ini.

Di sini kami bermain sebagai seorang horseman (atau lebih tepatnya horsewoman), yaitu Fury. Sang apocalypse berambut ungu yang brutal ini memamerkan kemampuan bertarungnya yang akrobatik. Seperti yang telah diperlihatkan oleh para developer, kami pun sudah siap untuk manghajar musuh. Ketika kami memulai para minion musuh mulai mengerubungi kami dari berbagai sisi, jadi kami pun menahan tombol trigger kanan untuk mengunci musuh dan menekan tombol X di controller Xbox One, yang menghasilkan serangan memutar yang mulus, mengirim musuh-musuh yang ada di sekitar menuju kematian mereka.

Fury menggunakan cambuk tajam, kurang lebih seperti itu, yang sewarna dengan rambutnya (wanita ini tahu bagaimana cara berdandan) dan berbagai gerakan akrobatik keren. Seiring kamu menjelajahi berbagai medan pertempuran, Fury akan menggunakan double jump, sabetan cambuk, dodge (penghindaran) sempurna, dan lain sebagainya, yang mengukuhkan ia sebagai pembasmi iblis. Kemampuannya yang paling menarik adalah dodge, kemampuan Fury yang tak dimiliki oleh tiga Rider of the Apocalypse lainnya (setidaknya hingga yang keempat muncul). Ketika menekan bumper kanan dari controller, Fury akan jungkir balik ke sisi, menghindari apapun yang ada di depannya - cukup jelas. Namun, jika kamu menekannya di waktu yang tepat, maka akan menghasilkan perfect dodge. Ketika kamu berhasil melakukannya, waktu akan menjadi lebih lambat, membuatmu tak hanya lebih mudah menghindar, tetapi juga menyerang. Harus dikatakan bahwa berhasil mengeksekusi perfect dodge di sana sini memberikan kepuasan tersendiri kepada kami.

Di samping kemampuan fisik tersebut, Fury juga memiliki kekuatan magis. Kami tak sempat menggunakan hollow form (kemampuan elemental Fury), tapi kami tahu bahwa bentuk ini akan memberikannya gerakan yang berbeda. Elemen api menjadi yang paling banyak ditunjukkan, yang memberikan peningkatan pada lompatan, upgrade kebal lava, dan tipe senjata baru yang dapat digunakan Fury.

Darksiders III

Dalam hal upgrade, pemain dapat mengambil orb dan item untuk meningkatkan skill - mudah bukan? Sayangnya, kami juga tidak dapat mengintip fitur upgrade ini, tapi kami yakin bahwa ini akan membantu pemain dalam menjelajahi permainan. Meski begitu, di Gamescom kami berkesempatan untuk mengalahkan salah satu dari "seven deadly sins" dan mengirimnya ke dasar neraka. Jika di E3 mereka memamerkan pertarungan dengan Wrath, maka kali ini kami langsung berhadapan dengan Envy - seonggok monster mengerikan, seperti burung tapi tanpa sayap (kamu bisa melihatnya di atas) dengan serangan yang tak menentu. Ia dapat membuat gelombang kejut ketika mendarat (ia juga menggunakan ini untuk menghindar dari serangan), sabetan cepat, dan sebuah gerakan kabur di mana ia terbang ke atas menuju area menara, memaksa kami untuk memanjat untuk bisa menyerangnya hingga jatuh. Setelah beberapa kali berhasil melakukan perfect dodge, Envy pun mati dan kami pun dipuji karena telah berhasil mengalahkannya dalam sekali percobaan (bukan hal yang penting sih, tapi saya ingin memberitahunya saja).

Setelah pertarungan bos, kami diberitahu bahwa ketujuh musuh tersebut terlacak berada di beberapa dunia yang terhubung. Game ini tidak memiliki sistem map, tapi lebih kepada landmark navigation. Ini adalah fitur yang penting bagi mereka yang tak ingin berkelana tanpa kejelasan.

Apakah kami akan bermain sebagai penunggang (horseman) keempat di kemudian hari? Asumsi kami, hal itu tergantung dari sambutan dari game ini. Meski ia bukanlah game dengan visual terbaik yang kami lihat di Gamescom, kami jelas-jelas terkesan dengan gameplay yang responsive dan mulus. Rasa Darksiders pun masih terasa di sini. Fury, satu-satunya horseman wanita terasa sebagai protagonis ketiga yang keren. Meski War dan Death cukup lincah, namun gaya akrobatiknya masih kalah dengan saudarinya ini. Darksiders III merupakan game yang pantas untuk kamu perhatikan ketika dirilis pada akhir tahun ini.

Darksiders IIIDarksiders III

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Teks terkait

Darksiders IIIScore

Darksiders III

REVIEW. Ditulis oleh Lisa Dahlgren

Darksiders kembali setelah hiatusnya selama enam tahun, kami pun dengan senang hati memainkan game hack-and-slash ini lagi.



Loading next content